Jumat, 30 Januari 2009
TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI
Manusia modern tersebut mempunyai ciri-ciri antara lain : lebih mudah meneriam dan menyesuaikan diri kepada perubahan-perubahan, lebih ahli dalam menyatakn pendapatnya, memiliki rasa tanggungb jawab, lebih berorientasi kemasa depan, lebih mepunyai kesadaran mengenai waktu,orgaiusasi, teknologi, dan ilmun pengetahuan.
Dalam kaitan pembentukan manusia modern itulah kita melihat betapa pentingnya peranan perguruan tinggi sebagai jenjang tertinggi dalam system pendidikan formal dinegara kita yang hendaknya dapat mengahsilkan tenag-tenaga ahli dan dapat pula mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
sebagi lembaga yang melaksanakan pendidikan tinggi,STKIP PGRI Pontianak mempunyai tiga fungsi utama yaitu :
1. pendidikan dan pengajaran
2. penelitian dan pengembangan
3. Pengabdian pada masyarakat
Ketiga fungsi tersebut lebih dikenal sebagi TRI DARMA PERGURUAN TINGGI yang harus dikembangkan secara simultan dan bersama-sama.
Penelitian harus menjunjung tinggi kedua dharma yang lain. Penelitian diperlukan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan penerapan teknologi. Untuk dapat melakukan penelitian diperlukan adanya tenaga-tenaga ahli yang diasilkan melalui proses pendidikan. Ilmu pengetahuan yang dikembangkan sebagi hasil pendidikan dan penelitian itu hendaknya diterapkan melalui Pengabdian pada masyarakat sehingga masyarakat dapat memanfaatkan dan menikmati kemajuan-kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut.
Dengan memperhatikan uraian diatas , semakin jelaslah hubungan antara tri dharma tersebut.Tri Dharma Perguruan Tinggi ini sebenarnya menerapkan fungi perguruan tinggi yang Universal. Artinya bukan hanya di Indonesia saja. Tri Dharma perguurn tinggi juga terdapat di negara maju lainnya. Hanya saja dalm hal ini di Indonesia dinyatakn secar eksplisit,sehingga setiap warga negara khususnya warga perguruan tinggi akan senantiasa sadar akan tugasnya. Dengan demikian dalm menjalankan kegiatannya tidak menyimpang dari tugas yangf telah ditetapkan seperti tersebut diatas.
Agar dapt lebih mengahayati makna dari perguruan tinggi, marilah kita tinjau ketiga dharma itu secara lebih mendalam.
1. Pendidikan dan Pengajaran
Pengertian pendidikan dan pengajaran disini adalah dalam rangka menerusakan pengetahuan atau dengan kata lain dalam rangka transfer of knowledge ilmu pengetahuan yang telah dikembangkan melaui penelitian oleh mahasiswa di pergurun tinggi.Dalam pendidikan tinggi dinegara kita dikenal dengan istialh strata, mulai dari strata satu(S-1) yaitu merupakan pendidikan program sarjana,strata dua(S-2) merupakan program magisterdan strata tiga (S-3) yaitu pendidikan doktor dalam sutau disiplin ilmu,serta pendidikan jalur vokasional/non gelar(diploma).
2. Penelitian dan pengembangan
Kegiatan penelitain dan pengembangan mempunyai peranan yang sangat penting dalam rangka kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tnapa penelitain,maka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menjadi terhambat. Penelitian ini tidaklah berdiri sendiri, akan tetapi harus dilihat keterkaitannya dalam pembangunan dalam arti luas.artinya penelitain tidak semata-mata hanya untuk hal yang diperlukan atau langsung dapat digunakan oleh masyarakat pada saat itu saja,akan tetapi harus dilihat dengan proyeksi kemasa depan. Dengasn kata lain penelitian dipergurun tinggi tidak hanya diarahkan untuk penelitian terapan saja,tetapi juga sekaligus melaksanakn penelitian ilmu-ilmu dasar yang manfaatnya baru terasa penting artinya jauh dimasa yang akan datang.
3. Pengabdian pada masyarakat
Dharma pengabdian pada masyarakat harus diartiakan dalam rangka penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dikembangkan di perguruan tinggi, khususnya sebagi hasil dari berbagai penelitian.Pengabdian pada masyarakat merupakan serangkaian aktivitas dalam rangka kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat yang bersiafat kongkrit dan langsung dirasakn manfaatnya dalam waktu yang relatif pendek. Aktivitas ini dapat dilakukan atas inisiatif individu atau kelompok anggota sivitas akademika perguruan tinggi terhadap masyarakat maupun terhadap inisiatif perguruan tinggi yang bersangkutan yang bersifat nonprofit(Tidak mencari keuntungan). Dengan aktivitas ini diharapkan adanya umpan balik dari masyarakat ke perguruan tinggi,yang selanjutnya dapat digunakn sebagai bahan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi lebih lanjut.
pedoman operasional thn Akademik 08/09
Kamis, 29 Januari 2009
HYMNE STKIP PGRI PONTIANAK
HYMNE GURU
1.membimbimg dan mendidik
2.mengajarkan3.kerelaan berbagi

HYMNE GURU
TERPUJILAH WAHAI ENGKAU IBU BAPAK GURU
NAMAMU AKAN SELALU HIDUP
DALAM SANUBARIKU
SEMUA BAKTIMU AKAN KU UKIR
DI DALAM HATIKU
S'BAGI PARASASTI TRIMA KASIHKU
N'TUK PENGABDIANMU
ENGKAU BAGAI PELITA DALAM KEGELAPAN
ENGKAU LAKSANA EMBUN
DALAM KEHAUSAN
ENGGKAU PATRIOTPAHLAWAN BANGSA
TANPA TANDA JASA
oleh :Sartono
Selasa, 27 Januari 2009
MARS PGRI

MARS PGRI
PGRI ABADI TETAP MEMPERSATUKAN DIRI
DENGAN NAMA NAN JAYA
NAN SENTAUSA SEMASA
LAHIR NEGARA KITA
PGRI ABADI BERNAUNG DIBAWAH SANG PANJI
SINAR SURYA NAN JAYA
MERATA KEPADA ANGGOTA BERSAMA
WAHAI KAUM GURU SEMUA
BANGUNKAN RAKYAT DARI GULITA
KITA LAH PENYULUH BANGSA
PEMBIMBING MELANGKAH KEMUKA
INSAFLAH KEWAJIBAN KITA
MENDIDIK MENGAJAR PARA PUTRA
KITALAH PEMBANGUN JIWA
PENCIPTA KEKUATAN NEGARA
OLEH : HENDRA PRANOTO
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
1. Kami guru Indonesia adalah insan pendidik bangsa yang beriman dan bertagwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Kami guru Indonesia adalah pengemban dan pelaksan cita-cita proklamasi kemerdekaan Ri pembela serat pengamalm Pancasila yang setia pada UUD 1945
3. Kami guru indonesia adalah bertekad bulat mewujudkan tujuan nasional dalam mencerdaskan kehidupan bangsa
4. Kami guru Indonesia bersatu dalam wadah organisasi perjuangan PGRI membina persatuan dan kesatuan bangsa yang berwatak kekeluargaan
5. Kami guru Indonesia menjunjung tinggi kode etik guru Indonesia sebagai pedoman tingkah laku profesi dalam pengabdian terhadap bangsa negara serta kemanusiaan
B. VISI PGRI
" PGRI organisasi yang dinamis,mandiri, berwibawa, dicintai anggota, disegani mitra dan diteriam keberadaanya dimasyarakat
C. MISI PGRI
1. Tujuan Nasional
2. Pembangunan nasional
3. Pendidikan Nasional
4. Profesional
5. Kesejahteraan
D. JATI DIRI PGRI
1. organisasi perjuangan
2. Organisasi Profesi
3.Organisasi ketenagakerjaan
E. SIFAT PGRI
1. unitaristik
2.Independent
3. Nonpartisan
KODE ETIK GURU INDONESIA
1. Guru berbakti mebimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila
2. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional
3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan untuk melakukan bimbingan dan pembinaan
4. Guru menciptakan suasana sekolah yang sebaik-baiknya dalam menunjang berhasilnya proses belajar mengajar
5. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitar dalam membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan
6. Guru secara pribadi dan bersama -sama mengembangkan dan meningkatakan mutu dan martabat profesi
7. Guru memelihara hubunmgan seprofesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial
8. Guru secara bersama_sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai srana perjuangan dan pengabdian
9. Guru melaksanakan segala kebijakan Pemerintah dibidang pendidikan
Senin, 26 Januari 2009
SEJARAH OLAHRAGA



A.Pendidikan jasmani pada zaman prasejarah
Bangsa primitif yang hidup zaman prasejarah tidak meninggalkan bekas-bekas yang tertulis atau terlukis.Namun secara tidak disadari mereka meninggalkan bekas-bekas dan kehidupan sehari-hari yang terdapat pada lapisan stratigrafic dalam tanah berupa bekas tongkat bata yang yang dipertajam, cawat dari kulit binatang,dsb sehingga para ilmuan dapat menarik kesimpulan cara-cara hidup mereka dan tingkat kebudayaannya.
Perkembangan sejarah menurut para ilmuan
1.Zaman Eoliticum (periode I)
manusia berbulu seluruh bagian badan manusia ditumbuhi bulu,bertelanjang bulat berkeliaran bersama binatang-binatang,mencari makanan mentah,tidur tanpa atap,menggunakan dahan kayu dan batu untuk melindungi mempertahankan diri dan mereka selalu hidup dalam kecemasan akan keselamatan dirinya
2.zaman Paleolitikum ( periode II)
Terkenal dengan sebutan abad batu lama manusia masuh tetap berkeliaran tak menentu mencari kebutuhan hidupnya tetapi sudah ada kemajuan antara lain,
a. sudah mencari tempat tinggal digua-gua atau tempat berlindung
b. menutup tubuhnya dengan kulit binatang yangtelha dikeringkan
c. menemukan api untuk memasak makanan
d. mulai membuat alat-alat sederhana
3. Zaman Neulitikum (periode III)
Terkenal dengan sebutan batu baru
a. Manusia mulai menggunakan alam untuk kehidupannya
b. Menyimpan bahan makanan untuk masa depan
c. Membuat panah untuk alat berburu dan mempertahankan diri
d. Mulai bercocok tanam dan memelihara ternak
e.mereka tidak berkeliaran lagi
Bangsa Primitif belummempunyai pandangan filosofis tentang hidupnya, sebab segala aktivitasnya dicurahkan untuk mempertahankan hidupnya yaitu :
a. mencari makanan
b. mempertahankan diri
c. mempertahanakan jenis
Dalam ketiga faktor diatas mereka sangat tergantung efesiensi jasmaninya, sehinnga pendidikan dan kebudayaan sangat dipengaruhi oleh kejasmaniannya.
Yang dimaksud dengan efisiensi jasmani adalah kekuatan serta keterampilannya untuk mengatasi sesuatu,sehingga kedua hal inilah yang dipentingkan dalam pendidikan jasmani
sebagai contoh
1. Upacara kedewasaan anak-anak dalam dalam bermain menirukan tingkah laku orang tuanya sehari -hari dalam mempertahankan hidup
2. Masa percobaan Anak dilepas ke dalam hutan dan baru diperkenankan kembali setelah hidup tanpa kawan dalam hutan selama 3 bulan atau bila telah membawa kepada seekor binatang buas
3. Anak dilepas dengan perahu di daerah sungi aliran deras dan boleh pulang apabila dapat menempuh aliran tersebut atau dapat menangkap sejenis atau beberapa jenis ikan
4. Suku lain menganggap anaknya sudah dewasa, apabila dapat membawa tengkorak dari suku lawannya untuk dipakai sebagia azimat
5. mengikuti orang tua/kakaknya untuk berburu,mencari ikan atau berperang sebagai syarat masa percobaan
6. mempertinggi keterampilan dalam tari-tarian diberbagai upacar ritual rekreaul.
kesimpulan :
Pada bangsa primitif pendidikan jasmani dan olahraga memegang peranan yang terpenting dalam kehidupan. Olahraga adalah hal yang utama pada bangsa primitif.
Sejarah Olahraga
sejarah olahraga dapat mengajarkan kepada kita arti mengenai perubahan masyarakat dan mengenai olahraga itu sendiri.
olahraga sepertinya melibatkan kemampuan manusia yang dikembangkan dan dilatih untuk kepentingannya sendiri yang sejalan dilatih demi kegunaannya ini menunjukan bahwa olahraga itu mungkin sama tuanya dengan keberadaan manusianya sendiriyang memiliki tujuan dan adalah cara yang berguna untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menaklukan alam dan lingkungan.
namunjika kita melihat jauh kebelakang bukit-bukti yang makin sedikit kurang mendukung
Prasejarah
Banyak penemuan modern di Perancis, Afrika dan Australia pada lukisan gua (lihat seperti Lascaux) dari jaman prasejarah yang memberikan bukti kebiasaan upacara ritual. Beberapa dari bukti ini berasal dari 30.000 tahun yang lampau, berdasarkan perhitungan penanggalan karbon. Lukisan/Gambar-gambar jaman batu ditemukan di padang pasir Libya menampilkan beberapa aktivitas, renang dan memanah. [1] (http://www.fjexpeditions.com/) Seni lukis itu sendiri adalah merupakan bukti pada ketertarikan pada keahlian yang tidak ada hubungannya dengan kemampuan untuk bertahan hidup, dan adalah bukti bahwa ada waktu luang untuk dinikmati. Ini juga membuktikan aktivitas non-fungsi lain seperti ritual dan sebagainya. Jadi, meskipun sedikit bukti yang secara langsung mengenai olahraga dari sumber-sumber ini, cukup beralasan untuk menyimpulkan bahwa ada beberapa aktivitas pada waktu itu yang berkenaan dengan olahraga.
Kapten Cook, saat ia pertama kali datang ke Kepulauan Hawaii, pada tahun 1778, melaporkan bahwa penduduk asli berselancar. Masyarakat Indian Amerika asli bergabung dalam permainan-permainan dan olahraga sebelum kedatangan orang-orang Eropa, seperti lacrosse, beberapa jenis permainan bola, lari, dan aktivitas atletik lainnya. Suku Maya dan Aztec yang berbudaya memainkan permainan bola dengan serius. Lapangan yang digunakan dahulu masih digunakan sampai sekarang.
Cukup beralasan untuk menyimpulkan dari sini dan sumber-sumber bersejarah lainnya bahwa olahraga memiliki akar yang bersumber dari kemanusiaan itu sendiri.
