Assalamualaikum Every Body Welcome to my blog Tono Khisimoto Iruka Tansal and i hope usefull for me and you

Advertisement (468 x 60px )

Sabtu, 27 Februari 2010

HP 6600 RusaK JaDiE makse Aq BELAJar BetolkaN

SyukuR Ada TukanG baTakO yang beritahukan aQ bahwa hp aq Tuhg Tak rUsak cuMan harus Di Format ja jaDi Belajar lah Format Hp NiEe...ni cara nya:








1. Soft Reset = Aplikasi dan data tak akan hilang
CODE *#7780#

2. Hard Reset = buat install ulang handphone. aplikasi dan data hilang terformat.
CODE *#7370#
3. Flashing
- batere handphone kondisi full
- backup semua data yg ada di handphone
- matikan handphone
- tekan dan tahan tombol dial warna hijau, tombol bintang (*),
tombol angka 3 (3) bersamaan
- tahan sambil menghidupkan handphone kamu.
- tahan tombol angka 3 sampai keluar kata “formating” dilayar.
- setelah beberapa saat, format akan selesai.
- selamat ya…hp anda jadi baru hehe..

Jumat, 26 Februari 2010

DasaR oRnG PoNtianK maCAm hiduP taq PnYe aTuran



Dari kemaren sampah menumpuk di jalan Pak benceng.barulagh Jum'at tadi sampah di bakar,tanggal 26 februari 2010. ape yach yang dipikirkan orang tugh, abess heran bah suke nak buang sampah sembarangan, kalau nak malas buang sampah tugh, bakarlah di dekat rumah, jangan nak malas bakar lalu buang sampah sembarangan , mendingan buang sampahnya di tempat jauh dari keramaian ini banyak orang dijalan pula tugh, law sampah kecil adelagh ini smapah nye main pake karon-karongan... dasar taq tau aturan law soal introspeksi orang bise tapi cobe lihat kelakuannye kalah-kalah budak kecil age dagh.
akibat sampah yang dibuang di jalan pak benceng semula sedikit ini menumpuk sampe kejalan dan berserakan kemana-mana..acam mane lagh pontianak nak menang dalam kebersihan kota..law begini teus taq patut lah gelar pontianak KOTE BERSINAR..yang ade KOTE BERSAMPAH jagh jadi ne..
pakal ya aq tak punye kamera law ade aQ photo Tugh...
pentingnya kesadaran orang dan masyarakat kote Pontianak akan kebersihan itulagh adalah mengambarkan dan cermin sebuah kote yang indah dan damai...aqhhh udah dulu lagh
yang penting kalian perlu tahu ja ye pontianak tughh milik kita bersama milik warga Kalimantan Barat jagelah betol-betol tugh kote pontianak..awalnya dari kebersihan jike kite mau maju...tapi yang penting tughh kite bise introspeksi dirilagh masing-masing dan sadar diri.... jach sebagai warga PONTIANAK.

Rabu, 24 Februari 2010

Tips Mencegah Pengaruh Buruk Internet Bagi Anak-Anak

Jaman sekarang orang tidak bisa hidup tanpa internet, apapun yang Anda ingin ketahui, lihat, dan lakukan, bisa didapat dari internet. Internet bekerja dalam jaringan global, sehingga segala informasi mulai dari hiburan sampai hotnews ada di dalam internet. Bahkan sebagaian orang menganggap internet menjadi salah satu sumber pengetahuan yang bisa dinikmati seluruh anggota keluarga. Namun, internet juga bisa membuat orang menjadi pecandu, yakni terhanyut dalam dunia maya selama berjam-jam, bahkan berhari-hari. Lebih bahayanya lagi, banyak anak-anak remaja maupun pra-remaja masa kini, khususnya di Amerika Serikat, yang kecanduan internet, masih mending kalau yang di browse hal-hal berguna, kalau hal-hal yang tidak baik? Contohnya di bulan November tahun lalu, seorang remaja putri berusia 13 tahun asal Missouri bernama Megan Meier gantung diri karena menerima surat putus cinta via situs Myspace. Tragisnya, ternyata surat itu adalah surat main-main yang ditulis oleh orangtua salah seorang temannya. Dan baru-baru ini di YouTube terdapat video rekaman remaja-remaja AS di bawah 18 tahun yang sedang mabuk akibat menenggak berbotol-botol obat batuk. Mabuk dengan obat batuk ini rupanya menjadi trend baru karena mereka belum bisa membeli alkohol. Contoh lain adalah acara reality show “To catch a predator” di NBC yang dibawakan oleh jurnalis Chris Hansen, dimana para staf organisasi Perverted Justice menyamar sebagai anak kecil untuk berbincang-bincang dengan pria dewasa cyber phedofilia yang berpotensi menjadi pelaku pelecehan seksual anak-anak. Mereka kemudian menjebak untuk bertemu dan kemudian ditangkap oleh polisi. Kalau dipikir, cukup seram juga pengaruh internet kepada anak-anak dan remaja jika tidak dikontrol para orang tua. Di bawah ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melindungi anak-anak dari pengaruh buruk internet dan menjadikan mereka lebih bertanggungjawab dalam menggunakan internet.

Sekolah Dasar/Elementary School


* Cari tahu dan pelajari tentang parental controls dan cara mem-filter software.
* Gunakan mesin pencari bagi anak-anak, misalnya Yahoo! Kids (www.yahookids.com) dan Ask for Kids (www.askforkids.com).
* Ajarkan anak Anda untuk memberikan informasi pribadi di online seperti nomor telepon dan alamat rumah.




Sekolah Menengah/Middle School


* Pakai dan jaga nama internet rekening anda untuk mengontrol passwords dan filtering.
* Monitor daftar-daftar situs internet yang dilihat anak Anda. Izinkan ia mengunakan email dan instant message hanya kepada orang-orang yang mereka kenal. Cek beberapa kali email-email mereka dan daftar teman-teman internet.
* Jika anak Anda berpartisipasi dalam chatting, Bantu mereka untuk memilih screen-names yang tidak mengandung informasi pribadi.
* Pertimbangkan masalah cyber-bullying (kejahatan cyber) dengan serius. Jika anak Anda menerima sebuah pesan ancaman atau komentar yang membahayakan, langsung laporkan kepada polisi atau internet provider Anda.
* Tanamkan peraturan bahwa anak Anda tidak boleh men_download_ apapun tanpa izin.


Sekolah Menengah Atas/High School

* Ajarkan anak Anda untuk lebih berhati-hati dalam mengirim email tentang aktivitasnya dan teman-temannya.
* Pastikan foto-foto yang anak Anda taruh, tidak memperlihatkan informasi pribadi seperti nama sekolah atau alamat rumah.
* Anda perlu membuat peraturan, bahwa anak-anak perlu ijin Anda jika ingin bertemu seseorang yang kenal dari online . Jika anda setuju, jadwalkan pertemuan tersebut di tempat yang ramai dan selalu temani anak anda.


Tahukah Anda?

* Situs-situs seperti MySpace dan Facebook menerapkan batas usia minimum untuk berpartisipasi. Secara umum, jika anak Anda berusia 13 tahun atau kurang, Anda bisa menghapus rekening online mereka. Pastikan juga Anda baca peraturan dalam Terms Of Use di setiap situs anak Anda.
* Sesekali, tanya anak Anda untuk menunjukkan profil online mereka di situs-situs sosial, kalau perlu baca jurnal atau blog mereka jika ada.
* Beri tahu anak Anda untuk tidak menunjukkan profil online mereka kepada publik, jika perlu suruh mereka untuk mengeset kedalam privacy settings. Sekedar Anda tahu bahwa informasi-informasi seperti foto, nickname, umur, dan lokasi masih bisa dilihat seluruh pemilik profil online situs sosial tersebut bahkan publik.
* Ceklah daftar “teman” anak Anda dan pastikan mereka mengenal baik dan percaya terhadap orang-orang tersebut di kehidupan sehari-hari. Pertimbangkan membuat profil online Anda dengan nama samaran, lalu ajak mereka untuk “berteman”. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan informasi tentang topik atau isu yang tengah diikuti dan ditulis si anak.

Minggu, 21 Februari 2010

Mari ISTIGHFAR Minta aMpun pada-Nya

Bahkan Nenek Tua Usia 81 Tahunpun Bisa Berzina

ya Allah ampuni hamba-Mu ini.

apa jadi nya dunia ini ya..? apakah dunia ini tak seindah dulu sebelum aQ dibesarkan..
sekarang aku sudah dewasa aku sudah mengenal dan tahu baik buruknya perbuatan..tapi sekarang aQ malah takut sekali ya Allah......
semoga hamba ini dijauhkan dari hal yang engkau kutuk ya Allah...

ini jalan CeritaNya.....!

Berikut adalah sebuah berita tentang bagaimana pelanggaran terhadap hukum syari’at (yang membatasi pergaulan antara sepasang lawan jenis non-mahram) bisa membawa seseorang –yang dalam ukuran manusia normal seharusnya sudah selayaknya lebih menekuni urusan-urusan akhirat– ke dalam perbuatan yang berdosa besar.





Sarkonah, nenek berusia 81 tahun, warga asal Dukuh Dempet, Desa Gringsing, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah jatuh cinta kepada perjaka bernama Ahmad Fadholi alias Mat Jali, tetangganya yang baru berusia 35 tahun.

Bahkan nenek ini sudah lima tahun berhubungan asmara tanpa pernikahan alias “kumpul kebo” di kampung mereka di Desa Dempet, RT 02 RW 09, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Sarkonah yang akrab dipanggil mbah Konah tampak bersemangat dan tidak memperlihatkan perasaan malu atau risih ketika diminta menceritakan perjalanan cintanya dengan Mat Jali.

“Sebelumnya, saya memang biasa-biasa saja ketika bertemu dengan Mat Jali. Namun akibat sering bertemu dan adanya perhatian besar dari Mat Jali, saya pun mulai mencintai dirinya,” katanya.

Ia mengaku sering memendam perasaan rindu jika sehari tidak bertemu dengan Mat Jali. Sehingga, sering kali tanpa ada perasaan sungkan, Konah pun menemui pacarnya yang bekerja mencari ikan di sungai.

“Kami berdua memang sering mencurahkan perasaan cinta itu di tepi sungai Gringsing layaknya pasangan muda yang sedang dimabuk asmara,” kata nenek yang bekerja sebagai buruh tani itu.

Menurut Sukimah (42), menantu nenek Sarkonah, kisah hubungan asmara ibu mertuanya dengan Mat Jali ini memang sempat membuat jengkel dan resah warga di Dukuh Dempet karena keduanya sudah tidak memandang kepatutan adat istiadat dan kesopanan.

Turyati (50), tetangga Sarkonah, mengatakan, sebelum menjalani pernikahan resmi, kelakuan mbah Konah ini memang telah meresahkan warga yang ada di sekitar desanya. Karena perbuatan mbah Konah dan Mat Jali sudah seperti layaknya pasangan suami istri yang sah.

“Kedua pasangan nenek dan perjaka ini akhirnya dinikahkan setelah kepergok menjalani hubungan intim di bawah jembatan sungai. Keduanya memang sudah tidak ada perasaan malu atau kata orang Jawa ’ndablek’,” katanya.(KCM)

Sabtu, 20 Februari 2010

Zat Adiktif


Zat Adiktif merupakan zat atau bahan kimia yang bisa membanjiri sel saraf di otak khususnya "Reward Circuit"atau jalur kesenangan dengan dopamine, yaitu zat kimia yang mengatur sifat senang, perhatian, kesadaran dan fungsi lainnya.

Sebagai kunci untuk hidup, otak sudah diatur untuk memastikan orang mengulangi kegiatan yang menyenangkan. Dorongan yang berlebih dari sensasi yang menyenangkan, mengajarkan otak untuk mengulang kegiatan yang mengarah kepada pendambaan yang sering diluar control dan seiring waktu gambaran dari ketagihan oleh otak dimunculkan dalam bentuk fisik berupa penilaan, mempelajarinya, ingatan dan perasaan dari hati.

Zat Adiktif dapat mempengarui otak dalam berbagai cara :

* Stimulant ( membuat orang merasa lebih energik).
* Depressant (Membawa rasa relaksasi ).
* Hallucinogens ( Mengubah cara seseorang mengalami pengalaman secara nyata).


Zat Adiktif bisa legal atau illegal, nah yang tergolong legal :

# Caffeine, contohnya : kopi, teh, soda, dan minuman untuk olahraga, dan kopi yang memiliki kira-kira 2 kali lebih banyak kafein diantara lainnya, nah jika berlebih maka akan menyebabkan kesulitan tidur, peningkatan denyut jantung, sakit kepala , gelisah dan mual.
# Nikotin , contohnya : rokok, cerutu, potongan nikotin , kopi dan nikotin merupakan stimulant, yang meningkatkan dopamine dan adrenaline. Adrenalin berlebih akan meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, dan mengarah ke tingginya gula darah.
# Alkohol, contohnya : Wine ( anggur), bir, ( beer), Liquor) alcohol adalah jenis yang termasuk Depressant yang mempengaruhi sistem saraf yang mengarah pada relaksasi, kantuk, koma, dan kematian.
# Inhalants, contohnya : erosol, solvents ( bahan untuk pembersih), gas nitrat, produk ini mulai dari cat thinner, hair spray ke tangki propane, inhalasi yang tinggi sama dengan alcohol, bahkan 1 kali penggunaan inhalasi dapat membunuh atau menyebabkan gagal jantung.


Beberapa Zat Adiktif yang khusus tersedia atau digabung dengan resep obat :


* Amphetamine, contohnya speed, crystal meth, merupakan tergolong stimulant yang meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi, tujuannya untuk pengobatan, namun banyak oknum yang mensalahgunakan dalam dosis berlebih untuk pecandu.
* Sedative-hypnotic, atau obat-obat hipotik, contohnya Benzodiazepines Xanax, Valium, barbiturates, Seconol, phenobarbital. Benzodiazepines juga tergolong Depressants karena dapat menurunkan aktivitas otak. Ini merupakan resep obat untuk insomnia, gelisah, dan serangan gejala bipolar dan depresi. Bahkan sebagian keci dari obat tidur, digunakan untuk obat mati rasa, bisa menyebabkan koma, gejala pernapasan atau kematian.
* Opioids, contohnya: Heroin, morfin, oxycodone, kodein dan obat bius lainnya, nah bahan campuran obat ini untuk penghilang rasa sakit, dan berbahaya bila disalahgunakan, karena akan menyebabkan kecanduan dan rusaknya otak dan tubuh kita.

Berikut yang tergolong Zat Adiktif yang Ilegal :


# Cannabis, contohnya : Mariyuana, ganja. Pengaruhnya dapat membuat si pemakai relaks dan jika penggunaan lebih maka akan menimbulan perasaan bahagia rohani dan jasmani, dan halusinasi, pengunaan jangka panjang dapat membuat kecanduan dan merusak saraf.


# Cocain, contohnya : kokain, crack-cocain, membuat si pemakai merasa bahagia jasmani, rohani, meningkatkan kinerja tubuh, sebelum menuju gejolak depresi dan paranoia, penggunaan bisa dengan dihisap, dihirup, dibakar dan disuntik. Zat ini bisa menyebabkan kerusakan otak, tubuh dan kecanduan.


# Hallucinogens, contohnya, LSD, Ecstasy, zat ini bisa mengubah perasaan, perubahaan waktu, warna, suara dan pikiran mereka sendiri, dan pemakai tetap akan menyebabkan kerusakan pada otak, sistem saraf, dan prilaku emosi yang tidak terkontrol.

# Phencyclidine ( PCP), contohnya : Angel dust, ketamin , zat ini menyebabkan mati rasa, dan penggunaan hanya untuk hewan, pemakai zat ini bisa mengubah sifat seseorang menjadi keras, pemarah, bunuh diri dan kontraksi otot dan retak tulang.





Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi.

Definisi kenakalan remaja menurut para ahli

* Kartono, ilmuwan sosiologi
Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang".
* Santrock
"Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal."

Sejak kapan masalah kenakalan remaja mulai disoroti?

Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat

Jenis-jenis kenakalan remaja


* Penyalahgunaan narkoba
* Seks bebas
* Tawuran antara pelajar


Kenakalan Remaja

Oleh: AsianBrain.com Content Team

Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi.


Definisi kenakalan remaja menurut para ahli

* Kartono, ilmuwan sosiologi
Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang".
* Santrock
"Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal."


Sejak kapan masalah kenakalan remaja mulai disoroti?
Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat.

Jenis-jenis kenakalan remaja

* Penyalahgunaan narkoba
* Seks bebas
* Tawuran antara pelajar


Penyebab terjadinya kenakalan remaja



Kenakalan Remaja

Oleh: AsianBrain.com Content Team

Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi.


Definisi kenakalan remaja menurut para ahli

* Kartono, ilmuwan sosiologi
Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang".
* Santrock
"Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal."


Sejak kapan masalah kenakalan remaja mulai disoroti?
Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat.

Jenis-jenis kenakalan remaja

* Penyalahgunaan narkoba
* Seks bebas
* Tawuran antara pelajar


Penyebab terjadinya kenakalan remaja
Perilaku 'nakal' remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). Faktor internal:

1. Krisis identitas
Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
2. Kontrol diri yang lemah
Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku 'nakal'. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

Faktor eksternal:

1. Keluarga
Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
2. Teman sebaya yang kurang baik
3. Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja:

1. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
2. Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.
3. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
4. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.
5. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.

Kolaborasi Gaya Hidup Remaja, Sastra, Media dan Internet



Sastra bagi remaja perkotaan bukanlah sastra yang terwakili oleh para sastrawan dari generasi Putu Wijaya sampai Linda Christanty sekalipun. Sastra bagi remaja perkotaan juga bukanlah sastra koran, majalah sastra seperti Horison, maupun jurnal-jurnal kebudayaan yang memuat cerpen, puisi, dan esai-esai serius. Sastra remaja perkotaan adalah sastra pergaulan yang terekspresikan dalam medium-medium baru yang melekat pada gaya hidup mereka. Sastra remaja perkotaan saat ini adalah sesuatu yang sama sekali terlepas dari mata rantai sejarah sastra sebelumnya. Sejarah sastra yang saya maksud adalah sejarah sastra resmi versi para kritikus, teoritisi, akademisi dan para sastrawan sendiri. Sejarah sastra resmi ini sama halnya dengan sejarah pada umumnya yang berpihak pada kepentingan kekuasaan tertentu dengan muatan subjektivitas yang juga kental di dalam historiografi-nya. Dalam konteks remaja perkotaan secara riil, sebenarnya apa yang disebut mainstream sastra itu bahkan tidak eksis. Ada gap yang sangat jauh antara sastra dan kehidupan riil remaja perkotaan sekarang.

Medium-medium ekspresi kesusasteraan dalam gaya hidup remaja perkotaan sekarang kurang lebih merupakan sebuah dekonstruksi terhadap medium ekspresi sebelumnya yang terjadi sebagai akibat dari perkembangan teknologi. Pretensi menulis sebuah karya sastra tidak lagi dilandasi oleh motivasi mimpi-mimpi besar, ide-ide pemberontakan, maupun pemikiran-pemikiran jenial untuk mengubah dunia. Remaja perkotaan sekarang cukup menulis di blog mereka tentang hal-hal personal keseharian yang remeh-temeh, mengirim sms romantis pada pacarnya, atau menciptakan syair lagu cinta yang juga sederhana saja. Itulah medium-medium ekspresi sastra remaja perkotaan sekarang. Di sisi lain para penulis generasi “tua” tetap asyik dengan mimpi-mimpi, keyakinan, arogansi, dan ide-ide besar untuk melahirkan sebuah magnum opus dalam “sejarah” kepenulisan mereka. Tanpa sadar, gap yang ada semakin curam dan dalam, mengingatkan kita pada kritik-kritik berpuluh tahun silam tentang ivory tower-nya para sastrawan dan seniman secara keseluruhan.

Tentu masalahnya memang tak bisa dilepaskan dari “nilai-nilai, kriteria, teori-teori” tentang apa yang disebut dan dianggap sebagai “sastra”. Hal ini pun adalah persoalan lama yang terus menggantung tanpa penyelesaian. Bagi sejumlah sastrawan, sebut misalnya Seno Gumira Ajidarma, Sapardi Djoko Damono, atau Budi Darma, apa yang disebut dan dianggap sebagai “kriteria dan nilai-nilai” sastra adalah relatif dan subjektif. Pandangan ini memberi ruang kebebasan yang luas untuk menganggap dan menyebut apa itu karya sastra. Di lain pihak, masih banyak sastrawan dan kritikus yang berpegang pada teori-teori baku yang entah apa atau entah yang mana untuk mengategorisasikan sebuah karya sebagai “sastra”. Pandangan inilah yang kemudian mungkin membuat buku-buku semacam ensiklopedi sastra Indonesia tidak pernah lengkap dan utuh. Di buku-buku itu pastilah tidak pernah ada nama Agni Amorita Dewi misalnya, penulis cerpen remaja generasi tahun 80-an yang kerap mengisi lembar cerpen di berbagai majalah remaja dan pernah pula menjadi pemenang lomba cerber Femina. Di buku-buku itu pastilah tidak akan ada nama Raditya Dika atau Aditya Mulya, dua novelis muda masa kini yang penggemarnya menyebar di kalangan remaja perkotaan seluruh Indonesia. Dan di buku-buku itu juga tidak pernah ada nama FX Rudy Gunawan, penulis cerpen, esai, dan novel yang karya-karyanya juga kerap dimuat di sastra koran (non-Kompas) dan puluhan bukunya telah diterbitkan.

Ini adalah sebuah stagnansi yang ironis. Generasi remaja sekarang merasa tidak ada perlunya membaca karya sastra adiluhung yang tidak connect dengan kehidupan riil mereka. Telah terjadi sebuah perubahan paradigma yang tidak pernah diantisipasi oleh para sastrawan. Program sastra masuk sekolah mungkin merupakan sebuah upaya yang pernah dilakukan untuk menjembatani gap atau mencairkan stagnansi ini. Tapi karena frame yang dibawa adalah “mindset lama” dan yang dilakukan dengan “cara lama” pula, maka bisa dikatakan upaya ini kurang membuahkan hasil. Sejumlah SMA yang didatangi mungkin jadi lebih mengenal sastrawan-sastrawan dan karya-karyanya, tapi hanya sebatas itulah hasilnya. Padahal yang dibutuhkan sekarang adalah menciptakan generasi baru pecinta sastra dan menumbuhkan iklim atau atmosfir yang subur bagi lahirnya generasi penulis sastra yang baru, segar, dan sama sekali berbeda.

Dalam gaya hidup remaja perkotaan sekarang, film dan musiklah yang paling populer sebagai bagian dari kehidupan kesenian dan kebudayaan mereka. Ini terbukti dari suksesnya novel-novel adaptasi film yang digagas dan diterbitkan oleh penerbit spesialis novel remaja, GagasMedia. Hampir semua novel adaptasi film-film nasional terjual puluhan ribu kopi dalam hitungan bulan saja. Genre novel ini telah berhasil menjadi bagian dari gaya hidup remaja perkotaan berkat kolaborasi antara dunia film dan dunia sastra. Kolaborasi berarti sebuah persinggungan yang nyata dengan kehidupan. Kolaborasi menjadi sebuah pola untuk mencairkan stagnansi dan melahirkan karya yang “membumi”. Sebuah contoh kolaborasi ideal dari dunia musik adalah grup rock gaek Santana yang berkolaborasi dengan penyanyi remaja popular dalam tiga album terakhir mereka yang dirilis beberapa tahun belakangan. Kesadaran Santana sebagai grup yang melegenda untuk tetap tune in dengan perkembangan zaman sungguh sebuah kerendahan hati yang patut diteladani di dunia sastra kita.

Sastra seharusnya menjadi bagian dari gaya hidup remaja perkotaan karena sastra seharusnya menjadi bagian dari kehidupan nyata termasuk kehidupan sehari-hari dengan segala tetek-bengek persoalannya yang mungkin cengeng, menyebalkan, dan tidak mutu. Tapi atas dasar apa seseorang berhak men-judge seperti itu terhadap kenyataan hidup yang nyata? Atas dasar apa seseorang atau sejumlah orang berhak menghakimi sebuah karya? Tiada satu dasar pun yang bisa membenarkan sikap-sikap seperti itu. Sebaliknya, justru pengikisan terhadap sikap-sikap seperti inilah yang akan mampu mengintegrasikan sastra dalam gaya hidup remaja perkotaan.


Gaya Hidup Remaja dan Media

Semua jenis media, baik itu Internet, televisi, film, musik, maupun majalah, berpengaruh besar terhadap gaya hidup kita masa kini. Kebanyakan media menginformasikan tentang gaya hidup remaja kota, yang notabene meniru gaya hidup modern. Maka, tidak heran jika kita digiring menjadi sangat konsumtif.

Masa remaja adalah masa pencarian identitas. Kita sebagai remaja mulai mencari gaya hidup yang pas dan sesuai dengan selera. Kita juga mulai mencari seorang idola atau tokoh identifikasi yang bisa dijadikan panutan, baik dalam pencarian gaya hidup, gaya bicara, penampilan, dan lain-lain. Imbasnya banyak kita jumpai teman-teman dengan berbagai atributnya yang sebenarnya mereka hanya meniru-niru saja. Sadar tidak sih kalau saat ini banyak sekali sinetron remaja yang menawarkan life style baru? Para bintang muda yang digandrungi ternyata mampu mengubah style remaja.

Pada masa remaja pengaruh idola memang sangat kuat. Idola atau tokoh akan mengendalikan hidup kita yang mungkin tanpa kita sadari. Nah, di sinilah media

Namun, apakah benar bahwa media sedemikian buruk pengaruhnya bagi remaja? Sebenarnya tidak seratus persen demikian. Hal ini menjadi tantangan bagi kita untuk memilah-milah atau selektif terhadap pesan yang disampaikan oleh media. Karena, tidak bisa dimungkiri bahwa keberadaan media mutlak diperlukan. Karena, pada suatu sisi media memungkinkan kita untuk tahu beragam informasi, berita, penemuan, dan hal-hal baru. Atau bisa disimpulkan bahwa sebenarnya hadirnya media berpengaruh positif dan juga negatif.

Keberadaan media memang tidak lepas dari kepentingan pasar. Dengan demikian, kalau kita tidak selektif terhadap pesan media, kita akan menjadi korban media. tidak salah memang ketika kita membeli sebuah produk berdasarkan informasi dari media. Namun, yang perlu diingat, seberapa perlu produk yang kita beli itu bagi diri kita. Apakah kita memang membutuhkan produk itu ataukah karena kita terpengaruh oleh iming-iming yang disampaikan oleh media.

Remaja : Jangan memaksakan diri

tidak ada salahnya memang untuk tampil menarik seperti yang banyak diiklankan di media, dengan sebagian produk yang ditawarkan untuk membantu mewujudkan impian itu. Juga merupakan sesuatu yang wajar untuk pergi berbelanja membeli barang-barang kesukaan. Namun, yang mesti kita ingat, jangan memaksakan diri. Kalau kita ikuti perkembangan mode pakaian, misalnya, kalau tidak pantas, ya tidak usah dibeli, sebaiknya kita sesuaikan dengan diri kita. Singkatnya sih tidak harus mengikuti tren yang ada, tetapi yang penting nyaman di tubuh kita. Pokoknya yang penting kita percaya diri, nyaman dengan diri sendiri, menerima apa adanya, love yourself. Bahkan, akan lebih oke lagi kalau kita bisa menunjukkan kelebihan-kelebihan kita yang lain.

Nah, jelaskan? Media memang punya dampak positif dan negatif. Kita harus arif menyikapinya. Cara gampang adalah mengenali diri kita sendiri dan mengenali apa yang menurut kita sangat penting. Mengenali apa yang kita sukai, apa yang bisa kita toleransi dari orang lain dan hal-hal yang membuat kita merasa mantap. Kalau setelah kita renungkan semua berbeda dari apa yang benar versi media, itu artinya kita harus segera ambil strategi. So, jangan menelan secara mentah-mentah apa yang diinformasikan media sehingga tidak begitu saja menjadi korban media.

Baca juga Artikel-artikel Tentang Remaja, Kenakalan Remaja, Gaya Hidup Remaja dan Psikologi Remaja lainnya :