Assalamualaikum Every Body Welcome to my blog Tono Khisimoto Iruka Tansal and i hope usefull for me and you

Advertisement (468 x 60px )

Senin, 13 Juli 2009

Angsana


Angsana

(Pterocarpus indicus Willd.)



Sinonim :
Pterocarpus flavus Lour. Pterocarpus pallidus Blco.



Familia :
Papilionaceae (Leguminosae).



Uraian :
Pohon, tinggi 10-40 m. Ujung ranting berambut. Daun penumpu bentuk lanset, panjang 1-2 cm. Daun berseling. Anak daun 5-13, bulat telur memanjang, meruncing, tumpul, mengkilat sekali, 4-10 kali 2,5-5 cm; anak tangkai lk 0,5-1,5 cm. Tandan bunga di ujung dan duduk di ketiak, sedikit atau tidak bercabang, berambut coklat, berbunga banyak, panjang 7-11 cm; anak tangkai 0,5-1,5 cm; bunga sangat harum. Kelopak bentuk lonceng sampai bentuk tabung, bergigi 5, tinggi lk 7 mm. Mahkota kuning oranye. Daun mahkota berkuku; bidang bendera bentuk Iingkaran atau bulat telur terbalik, berlipat kuat, melengkung kembali, garis tengah lebih kurang 1 cm; lunas lebih pendek daripada sayap, pucat. Bakal buah berambut lebat, bertangkai pendek, bakal biji 2-6. Polongan bertangkai di atas sisa kelopak, hampir bulat lingkaran, dengan paruh di samping, pipih sekali, sekitarnya bersayap, tidak membuka, garis tengah lk 5 cm, pada sisi yarig Iebar dengan ibu tulang daun yang tebal. Biji kebanyakan 1. Kerapkali ditanam; 1-800 m. Catatan: Kayunya mempunyai warna dan kwalitas yang baik sekali; dipergunakan sebagai bahan bangunan dan kayu meubel. Di Maluku pohon ini menghasilkan „kayu akar" (wortelhout) yang bagus. Kulitnya dipakai sebagai obat; dalam keadaan hidup pohon tersebut rnengandung cairan yang merah darah. Bagian yang digunakan Kulit kayu, getah (resin) dan daun muda.



Nama Lokal :
Nama Daerah : Asan, Athan (Aceh); Sena (Gayo); Sena, Hasona, Sona (Batak); Kayu merah (Timor); Asana, Sana kapur, Sana kembang (Minangkabau), Sana kembang (Madura); Kenaha (Solor); Aha, Naga, Aga, Naakir (Sulawesi Utara); Tonala (Gorontalo); Candana (Bugis); Na, Nar, (Roti); Lana (Buru). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA: Pterocarpi Cortex; Kulit kayu Angsana.



Penyakit Yang Dapat Diobati :

Khasiat: Adstringen dan diuretik.

Penelitian: Hayati, 1990. Jurusan Farmasi, FMIPA USU. Telah melakukan penelitian pengaruh infus daun Angsana terhadap penurunan kadar gula darah kelinci dibandingkan dengan tolbutamid. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata infus daun Angsana 5 ml, 10% dan 20°Io secara oral menurunkan kadar gula darah kelinci. Pengaruh infus 10% tidak ada beda dengan 50 mg/kg bb tolbutamid, sedangkan penurunan oleh infus 20% lebih besar daripada pengaruh oleh tolbutalmid.



Pemanfaatan :



Kegunaan

Kulit kayu:

Batu ginjal.

Sariawan mulut (obat kumur).

Daun muda:

Kencing manis.

Bisul (obat luar).

Getah (Kino):

Luka (obat luar).

Sariawan mulut (obat luar).



Ramuan dan Takaran

Batu Ginjal

Ramuan:

Kulit kayu Angsana 3 gram

Daun Keji beling 2 gram

Daun Kumis kucing 4 gram

Air 115 ml

Cara pembuatan: Dibuat infus atau diseduh.

Cara pemakaian: Diminum 1 kali sehari 100 ml. Bila batu telah keluar, baik berupa kristal maupun air kencing yang keruh atau air kencing yang berbuih maka pemberian jamu dihentikan. Kemudian dilanjutkan minum teh daun Kumis kucing 6% dalam air. 6 gram daun Kumis kucing diseduh dengan air mendidih sebanyak 100 ml. Diminum seperti kebiasaan minum teh.



Sariawan Mulut

Ramuan:

Kulit kayu Angsana 4 gram

Daun Saga segar 4 gram

Daun Sirih segar 3 helai

Air 115 ml

Cara pembuatan: Dibuat infus atau diseduh.

Bila diperlukan tambahkan 10 gram gips pada beningan, didiamkan beberapa saat, lalu disaring dan diambil bagian beningnya. (Gips dapat dibeli di apotik atau toko kimia).

Cara pemakaian: Untuk kumur, tiap 3 jam sekali, tiap kali pakai 50 ml, bila perlu dapat diencerkan dengan air.

Bisul

Bisul dicuci dengan air bersih atau alkohol 70%. Kemudian daun Angsana diremas dan ditempelkan pada bisul tersebut. Diperbaharui tiap 3 jam sekali.



Komposisi :
Resin dikenal dengan nama kino (asam kinotanat dan zat warna merah.

Anting


Anting

(Acalypha australis Linn.)



Sinonim :



Familia :
Euphorbiaceae



Uraian :
Herba Semusim, tegak. berambut. Batang tinggi 30 - 50 cm. bercabang, dengan garis memanjang kasar. Tumbuh di pinggir jalan, lapangan rumput, lereng gunung. Daun letak berseling bentuk bulat lonjong sampai lanset, bagian ujung dan pangkal daun lancip, tepi bergerigi, panjang 2,5 - 8 cm, lebar 1,5 - 3,5 cm. Bunga berkelamin tunggal dan berumah satu, keluar dari ketiak daun, bunganya kecil-kecil dalam rangkaian berupa malai. Buahnya kecil. Akar dari tanaman ini sangat disukai anjing dan kucing.

Nama Lokal :
Tie xian (China).;



Penyakit Yang Dapat Diobati :
Disentri basiler dan disentri amuba, Diare, Malnutrition, mimisan; Muntah darah, Berak darah, Kencing darah, Malaria;



Pemanfaatan :

Bagian yang Dipakai:

Seluruh tanaman, pemakaian segar atau kering.

Kegunaan::

1. Disentri basiler dan disentri amuba.

2. Diare, anak dengan berat badan rendah (malnutrition) dan

gangguan pencernaan.

3. Muntah darah, mimisan, berak darah (melena), kencing darah

(hematuria).

4. Malaria.

Pemakaian:

9 - 15 gram kering atau 30 - 60 gram segar, direbus, minum.



Pemakaian Luar:

Herba segar dilumatkan, tempel atau direbus, airnya untuk cuci.

Dipakai untuk bisul, koreng, luka berdarah, eczema, dermatitis,

gigitan ular.



Cara Pemakaian:



1. Dermatitis, eczema, koreng:

Herba segar secukupnya direbus, airnya untuk cuci di tempat yang

sakit.



2. Perdarahan, luka luar:

Herba segar ditambah gula pasir secukupnya, dilumatkan dan

ditempel ke tempat yang sakit.



3. Disentri amoeba:

30 - 60 gram tanaman kering (seluruh batang) direbus, sehari dibagi

2 kali minum, selama 5 - 10 hari.



4. Diare, disentri basiler, muntah darah, mimisan, berak darah (melena),

batuk:

Herba kering 30 - 60 gram direbus, minum.



5. Disentri basiler:

Acalypha australis 30 - 60 gram, Portulaca oleracea (Gelang) dan

gula masing-masing 30 gram rebus, minum setelah dingin.



Komposisi :
Sifat Kimiawi dan Farmakologis:Rasa pahit, astringen, sejuk. Anti-radang, antibiotik, peluruh air seni, astringen menghentikan perdarahan (hemostatik).

Anyang - Anyang


Anyang - Anyang

(Elaeocarpus grandiflorus J.Sm,)

Sinonim :
Rejasa.


Familia :
Elaeocarpaceae.


Uraian :
Pohon dengan bentuk etage; tinggi 6-26 m. Daun bertangkai, berjejal pada ujung ranting, bentuk lanset, beralih demi sedikit pada tangkai, 5-20 kali 1-5 cm, gundul, seperti kulit, bergerigi beringgit tidak dalam; yang tua merah api. Tandan bunga menggantung, berbunga 4-6, panjang 2-10 cm. Tangkai bunga 3-4,5 cm. Daun kelopak merah cerah, berambut. Daun mahkota putih, pada pangkalnya dengan sisik, ke arah ujung melebar sekali dan terbagi dalam taju, panjang; 2-2,5 cm. Dasar bunga kuning, kemudian oranye. Tonjolan dasar bunga berambut halus (seperti bulu anak ayam) rapat. Benang sari seluruhnya berambut. Bakal buah bentuk telur, berambut; kepala putik tidak melebar. Buah bentuk spul, hijau pucat, panjang lk 3 cm. Di hutan di pinggir air, di bawah 500 m; sebagai pohon hias di kebun dan park. Anyang, S, Rejasa, J. Elaeocarpus grandiflorus J.E.Sm. Cat. : Jika buah diinjak, maka duri tempel pada inti buah menembus dinding buah yang lunak dan menyebarlah biji tersebut sebagaiapa yang dinamakan „kotak duri" (hoefklitten). Bagian yang digunakan Buah, kulit kayu, dan daun.



Nama Lokal :
Nama Daerah : Anyang-anyang, Ki ambit (Sunda); Anyang-anyang, Kemaitan, Maitan, Raja sor, Rejasa (Jawa). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Elaeocarpi Fructus; Buah Anyang-anyang.


Penyakit Yang Dapat Diobati :
--
Pemanfaatan :


Kegunaan :


Buah:

1. Disentri.

2. Sakit kandung kencing.



Kulit kayu:

1. Radang Ginjal.

2. Borok (obat luar).


Daun:

1.Demam.

2.Kelesuan.

3.Mual.

4.Sakit Kuning.


Ramuan dan Takaran :

Demam

Ramuan:

Kulit kayu atau daun Anyang-anyang 4 gram

Air 110 ml



Cara pembuatan: Dibuat infus atau diseduh.

Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml

Lama pengobatan: Diulang selama 4 hari.



Kelesuan

Ramuan:

Daun Anyang-anyang 4 gram

Daun Sembung 3 gram

Herba Meniran 2 gram

Rimpang Temulawak 4 gram

Air 110 ml



Cara pernbuatan: Diseduh, dibuat infus.

Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Tiap kali minum 100 ml.

Lama pengobatan : Diulangi selama 14 hari.



Sakit Kandung Kencing

Penderita pada saat buang air seni merasa nyeri, dan air seninya berbuih.

Ramuan:

Buah Anyang-anyang 7 biji

Buah Adas 1 gram

Pulosari 1/ 2 ruas jari

Air 110 ml



Cara pembuatan: Dibuat infus atau diseduh.

Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore tiap kali minum 100 ml.

Lama pengobatan: Diulang selama 7 hari.


Komposisi :
Elaeokarpid (zat pahit beracun) dan saponin. Khasiat Diuretik.

Apel


Apel

(Pyrus malus, Linn)



Sinonim :
-Malus sylvestris, Mill



Familia :
Rosaceae



Uraian :
Apel (Pyrus malus) dapat hidup subur di daerah yang mempunyai temperatur udara dingin. Tumbuhan ini di Eropa dibudidayakan terutama di daerah subtropis bagian Utara. Sedang apel lokal di Indonesia yang terkenal berasal dari daerah Malang, Jawa Timur. Atau juga berasal dari daerah Gunung Pangrango, Jawa Barat. Di Indonesia, apel dapat tumbuh dan berkembang dengan baik apabila dibudidayakan pada daerah yang mempunyai ketinggian sekitar 1200 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan apel dikatagorikan sebagai salah satu anggota keluarga mawar-mawaran dan mempunyai tinggi batang pohon dapat mencapai 7-10 meter. Daun apel sangat mirip dengan daun tumbuhan bunga mawar. Berbentuk bulat telur dan dihiasi gerigi-gerigi kecil pada tepiannya. Pada usia produktif, apel biasanya akan berbunga pada sekitar bulan Juli. Buah apel yang berukuran macam-macam tersebut sebenarnya merupakan bunga yang membesar atau mengembang sehingga menjadi buah yang padat dan berisi.



Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kencing manis (diabetes mellitus), Diare;



Pemanfaatan :

1. Diabetes Mellitus

Bahan: 1 biji buah apel berukuran sedang.

Cara membuat : dibelah menjadi 4 bagian dan direbus dengan air 3-4

gelas sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas.

Cara menggunakan : diminum pagi-sore, dan dilakukan secara rutin.



2. Diare

Bahan: buah apel yang belum begitu masak.

Cara menggunakan: dimakan biasa.



Komposisi :
Kandungan Kimia : Buah apel (Pyrus malus) selain mempunyai kandungan senyawa pektin juga mengandung zat gizi, antara lain (per 100 gram) : - Kalori 58 kalori - Hidrat arang 14,9 gram - Lemak 0,4 gram - Protein 0,3 gram - Kalsium 6 mg - Fosfor 10 mg - Besi 0,3 mg - Vitamin A 90 SI - Vitamin B1 0,04 mg - Vitamin C 5 mg - dan Air 84 %

Aren


Aren

(Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.)



Sinonim :
Arenga sacchrifera Labill.



Familia :
Arecaceae (Palmae).



Uraian :
Tidak berduri tempel. Batang tinggi sampai 25 m dan diameter 65 cm, sebagian batang yang cukup panjang berdaun, di bawahnya terdapat pelepah daun yang tepinya sobek-sobek terurai menjadi serabut hitam. Tangkai daun sampai 1,5 m, helaian daun panjangnya sampai 5 m. Anak daun sampai 145 kali 7 cm, bagian bawah ada lapisan lilin. Berumah satu, tongkol betina dengan tongkol jantan panjangnya 2,5 m. Tongkol bercabang satu kali; cabang samping panjang 1,5 m. Bunga jantan berpasangan, panjang 12-15 mm; benang sari banyak. Bunga betina berdiri sendiri, hampir bulat bola; bakal buah beruang 3, dengan 3 kepala putik. Buah buni bulat peluru, dengan ujung pesok ke dalam, garis tengah 4 cm, beruang 3, berbiji 3. Seluruh Jawa, dalam hutan atau ditanam; 1-1400 m. Catatan: Juga terkenal dengan nama yang lama Arenga saccharifera Labill. Boleh dikatakan semua bagian tanaman dipakai; akarnya untuk bahan anyaman dan untuk cambuk, batang yang dibelah untuk talang (saluran air), kayunya untuk tongkat jalan dan usuk genting, pondoh untuk sayur-mayur makan nasi, tulang daun untuk sapu dan kranjang, daun muda untuk ganti kertas rokok, serabut pelepah untuk tali ijuk, untuk genting, kranjang, sapu, sikat, terasnya dibuat „sagu". Dari tongkol bunga jantan disadap cairan yang mengandung gula, di mana kemudian dibuat gula (gula Jawa), kalau dikhamirkan menghasilkan sagu air, arak atau cuka; bijinya dibuat manisan dan dimakan (kolang-kaling). Bagian yang digunakan Tuak/legen (hasil peragian dari air bunga) dan akar.



Nama Lokal :
Nama Daerah: Bak juk, Bak jok (Aceh); Pola, Paula, Bagot, Agaton, Bargot (Batak); Anau, Biluluk (Minangkabau); Kawung, Taren (Sunda);Aren, Lirang, Nanggung (Jawa); Jaka, Hano (BaIi); Meka (Sawu); Moke, Huwat (FIores); Akel, Akere, Koito, Akol, Ketan (Sawu); Inru (Bugis); Bole (Roti); Seho (Ternate). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA: Arengae pinnatae Radix; Akar Aren.



Penyakit Yang Dapat Diobati :

Khasiat :Diuretik.



Pemanfaatan :



Kegunaan

-Tuak/legen:

-Sariawan.

-Sembelit.



Akar:

-Batu ginjal.

-Ruam kulit.



Ramuan dan Takaran



Batu Ginjal:

Ramuan:

Akar Aren 2 gram

Daun Keji beling 3 gram

Akar Alang-alang 3 gram

Herba Meniran 3 gram

Air 20 ml



Cara pembuatan: Dibuat infus.

Cara pemakaian : Diminum 1 kali sehari, 100 ml.

Lama pengobatan: Diulang selama 14 hari atau sampai bntu ginjal keluar. Pengobatan dihentikan setelah batunya keluar berupa batu, pasir, atau butiran. Selanjutnya minum rebusan daun Kumis Kucing dan herba Meniran, sebagai pengganti air teh.



Sembelit dan Sariawan:

Legen diminum seperti minuman segar lainnya.



Komposisi :
TUAK: Gula dan minyak lemak.

Asam Jawa


Asam Jawa

(Tamarindus indica, Linn.)

Sinonim :

Familia :
Leguminosae

Uraian :
Asam jawa (tamarindus indica) merupakan sebuah kultivar daerah tropis dan termasuk tumbuhan berbuah polong. Batang pohonnya yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya rindang. Batang pohonnya yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya rindang. Daun asam jawa bertangkai panjang, sekitar 17 cm dan bersirip genap. Bunganya berwarna kuning kemerah-merahan dan buah polongnya berwarna coklat dengan rasa khas asam. Di dalam buah polong selain terdapat kulit yang membungkus daging buah, juga terdapat biji berjumlah 2 - 5 yang berbentuk pipih dengan warna coklat agak kehitaman.

Nama Lokal :
Tamarind (Inggris), Tamarinier (Perancis),; Asam Jawa (Indonesia), Celangi, Tangkal asem (Sunda); Asem (Jawa);

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Asma, Batuk, Demam, Sakit panas, Reumatik, Sakit perut, morbili; Alergi/biduren, Sariawan, Luka baru, Luka borok, Eksim, Bisul; Bengkak disengat lipan/lebah, Gigitan ular bisa, Rambut rontok;

Pemanfaatan :

1. Asma

Bahan: 2 potong kulit pohon asam jawa, adas pulawaras secukupnya

Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air

sampai mendidih, kemudian disaring.

Cara mrnggunakan: diminum 2 kali sehari

2. Batuk Kering

Bahan: 3 polong buah asam jawa, ½ genggam daun saga

Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 4 gelas air

sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas dan disaring

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore

3. Demam

Bahan: 1 genggam daun asam jawa, adas pulawaras secukupnya;

Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan ½ liter air

sampai mendidih, kemudian disaring

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore

4. Sakit Panas

Bahan: 2 polong buah asam jawa yang telah masak, garam

secukupnya

Cara membuat: kedua bahan tersebut disedu dengan 1 gelas air

panas, kemudian disaring

Cara menggunakan: diminum biasa

Catatan: bagi ibu hamil tidak boleh minum resep ini

5. Reumatik

Bahan: 1 genggam daun asam jawa, 2-3 biji asam jawa (klungsu =

jawa)

Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus

Cara menggunakan: dipakai untuk kompres bagian yang sakit

6. Sakit perut

a. Bahan: 3 polong buah asam jawa yang sudah masak, kapur sirih

dan minyak kayu putih secukupnya

Cara membuat: semua bahan tersebut dicampur sampai merata

Cara menggunakan: digunakan sebagai obat gosok, terutama

pada bagian perut

b. Bahan: 3 polong buah asam jawa, 1 potong gula aren

Cara membuat: kedua bahan tersebut disedu dengan 1 gelas air

panas, kemudian disaring

Cara menggunakan: diminum biasa

c. Bahan: 2 polong buah asam jawa, 1 rimpang kunyit sebesar ibu

jari, 1 potong gula kelapa

Cara membuat: Kunyit diparut, kemudian dicampur dengan bahan

bahan lainnya dan diseduh dengan 1 gelas air panas, kemudian

disaring

Cara menggunakan: diminum biasa

7. Morbili

Bahan: 1 - 2 potong buah asam jawa yang telah masak, 2 rimpang

kunyit sebesar ibu jari

Cara membuat: kunyit diparut, kemudian kedua bahan tersebut

dicampur sampai merata

Cara menggunakan: digunakan sebagai bedak/obat gosok bagi

penderita morbili

8. Alergi/Biduren (Jawa)

Bahan: 2-3 golong buah asam jawa yang telah tua, garam

secukupnya, ¼ sendok kapur sirih.

Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air

sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas dan disaring

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore

9. Sariawan

Bahan: 2 polong buah asam jawa, 2 rimpang temulawak sebesar ibu

jari, 1 potong gula kelapa

Cara membuat: semua bahan tersebut direbus sampai mendidih

hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring

Cara menggunakan: diminum biasa

10. Luka baru

Bahan: daun asam jawa secukupnya

Cara membuat: daun asam jawa dikunyah sampai lumat

Cara menggunakan: ditempelkan pada luka

11. Luka borok

Bahan: beberapa biji asam jawa (klungsu = jawa)

Cara membuat: biji asam jawa ditumbuk halus

Cara menggunakan: ditempelkan pada luka, kemudian diperban

12. Eksim dan Bisul

Bahan: 1 genggam daun asam jawa yang masih muda (sinom =

jawa), 2 rimpang kunyit sebesar ibu jari

Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus

Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian yang sakit

13. Bengkak karena disengat lipan atau lebah

Bahan: 3 - 5 biji asam jawa dan minyak kayu putih secukupnya

Cara membuat: biji asam jawa ditumbuk halus

Cara menggunakan: bagian yang bengkak dibersihkan terlebih

dahulu dengan kain yang dibasahi dengan minyak kayu putih,

kemudian ditaburi/ditempeli dengan bubukan biji asam jawa

tersebut.

14. Mencegah rambut rontok

Bahan: beberapa biji asam jawa

Cara menggunakan: sebelum keramas dengan shampo, kepala

dimasase terlebih dahulu dengan

Komposisi :
Kankungan Kimia dan Farmakologis : Buah polong asam jawa mengandung senyawa kimia antara lain asam appel, asam sitrat, asam anggur, asam tartrat, asam suksinat, pectin dan gula invert. Buah asam jawa yang masak di pohon diantaranya mengandung nilai kalori sebesar 239 kal per 100 gram, protein 2,8 gram per 100 gram, lemak 0,6 gram per 100 gram, hidrat arang 62,5 gram per 100 gram, kalsium 74 miligram per 100 gram, fosfor 113 miligram per 100 gram, zat besi 0,6 miligram per 100 gram, vitamin A 30 SI per 100 gram, vitamin B1 0,34 miligram per 100 gram, vitamin C 2 miligram per 100 gram. Kulit bijinya mengandung phlobatannnin dan bijinya mengandung albuminoid serta pati.

Benalu


Benalu
(Loranthus, Spec. div.)

Sinonim :

Familia :
Loranthaceae

Uraian :
Benalu (loranthus) merupakan jenis tumbuhan yang hidupnya tidak memerlukan media tanah. Ia hidup sebagai parasit (parasiet=Belanda), menempel pada dahan-dahan pohon kayu lain dan mengisap mineral yang larut dalm pohon kayu yang ditempelinya dapat mati. Bunga benalu berkelamin tunggal biji buahnya mengandung getah.Pengembangbiakannya melalui binatang atau burung yang memakan biji buah benalu tersebut. Proses pengembangbiakannya sangat sederhana: biji benalu yang bergetah itu dimakan binatang atau burung. Kemudian biji benalu tersebut melekat di dahan dahan kayu bersama dengan kotoran burung yang memakannya, dan tumbuh di dahan itu.

Nama Lokal :
Benalu (Indonesia), Kemladean (Jawa), Pasilan;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Tumor, Kanker, Amandel, Campak;

Pemanfaatan :

1. Tumor dan Kanker
Bahan: 1-2 batang benalu yang menempel pada 1 pohon teh, 1
batang rumput alang-alang, adas palawaras secukupnya.
Cara Membuat: semua bahan direbus dengan 3 gelas air sampai
mendidih, kemudian disaring.
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari ½ gelas.

2. Amandel
Bahan: 1 batang benalu yang menempel pada 1 pohon jeruk nipis,
adas palawaras secukupnya.
Cara Membuat: kedua bahan direbus dengan 3 gelas air sampai
mendidih, kemudian disaring.
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari ½ gelas.

3. Campak
Bahan: 1-2 batang benalu adas pulasari secukupnya.
Cara Membua: kedua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai
halus.
Cara menggunakan: digunakan sebagai bedak bagi yang kena
campak.

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Benalu yang menempel pada tumbuhan tertentu, misalnya the (camellia Sinensis dari familia tumbuhan theaceae) berdasarkan pengalaman dapat digunakan sebagai obat anti kanker. Sedang benalu yang menempel pada pohon jeruk nipis (citrus aurantifolia dari familia tumbuhan rutaceae) dapat digunakan sebagai ramuan obat untuk penyakit amandel dan jenis benalu umum dapat dimanfaatkan sebagai obat campak. Kajian secara ilmiah belum dilakukan.